Thursday, January 29, 2015

PNS..oh..PNS Bagian I

Sebuah dilema di negara ini bagi PNS, mengapa?yang jujur dimusuhin yang suka korupsi pada ngumpul bareng.

Ada cerita sahabat yang seorang PNS dan jujur kemudian berpegang teguh kepada Al'Quran, seorang kawannya berkata kepada sahabatku ini "Kalau mau bersih ya jangan kerja disini (maksudnya jadi PNS)", lalu dengan cerdas sahabat saya menimpali "Lah, bumi ini memang luas, gw jujur ikut ujian dari awal sampai akhir, disini gak ada sama sekali sanak saudara, kenapa gw harus keluar?ada juga selain kerja tugas gw saling nasehatin biar kembali ke jalan yang benar".

Cerdas jawaban sahabat saya itu, keliatan berpendidikan baik formal, non-formal dan agama. Banyak cerita yang buat saya geleng-geleng kepala dan menajiskan perbuatan-perbuatan karyawan-karyawan ditempatnya kerja, dan mohon maaf kebanyakan muslim. 

Mohon maaf, saya juga muslim, dengan kisah ini tidak berniat sama sekali menjelekan sesama saudara, tapi harap diketahui ada juga muslim kafir, gak pernah solat tapi muslim ya kafir, solat jalan terus tapi korupsi lebih rajin, ya kafir sampe matinya kalau gak taubat. Ceramah dari pak ustad itu, bukan kata saya sekonyong-konyong, kalau gak setuju dengan pendapat itu googling deh, pake otak dulu baru ngecebres (bahasanya emak-emak).

Sahabat saya ini seorang muslim, dan beliau dimusuhi oleh muslim juga ditempat bekerjanya (tepatnya dibagian kerja beliau). Awal permusuhan dimulai dari dia tahu bahwa dia menandatangani SPJ/SPPD (singkatannya nyari dari google, sebenernya saya agak2 lupa sebelum googling...wehehe..), lanjuuut.....ya berawal dari SPPD/SPJ yang diminta ditandatangani terus menerus oleh bagian keuangan/keproyekan di bagiannya. Curiga?pasti, tapi dengan pelan sahabat saya itu bertanya kepada mereka, dan mendapat jawaban yang tidak enak.

Kalau nanya sopan dan pelan tapi dibalas dengan jawaban tidak enak atau ketus, berarti ada sesuatu dooonk...anak kecil juga tau klo diboongin jaman sekarang, apalagi sahabat gw yang dah kolot dan hampir tua itu. Ibaratnya maling tapi ketauan, klo ditanya pasti rada-rada ngotot dan ngeyel, klo dikampung kan sudah digebukin, tapi klo dikantor kan nda mungkin, apalagi bagian keuangannya kebanyakan perempuan dan berhijab pula. Gila ya...

Akhirnya dan sepertinya para hijabers tukang korupsi ini lapor ke atasan mereka, dan sejak saat itu sahabat saya selalu mendapat tekanan, akrhinya berita itu menyebar ke satu wilayah perkantoran, dan betul juga para orang-orang yang ngaku senior dan ada juga yang beruban terganggu dengan adanya orang yang lurus dan jujur, padahal ngakunya muslim.

Sahabat saya pernah diteriakin didepan banyak orang oleh salah seorang pejabat dibagian beliau, orang itu muslim tapi jarang shalat, dia teriak "Kalau gak suka dengan keadaan disini keluar aja!!", denger cerita kayak gitu, waaah...pengen gw injek-injek muka tu pejabat. Orang yang ngakunya senior, masuk duluan sejak taun rikiplik (80-90'an), ngaku sudah banyak makan garam, kuliah S1, S2 dan merambah di kantor ini sejak dari honorer dengan sejarah yang berharga, kok begitu...ck..ck..ck...itu contoh orang yang sudah kelamaan korupsi, dan haramnya sudah menempel di daging dan mengalir dalam darah, contoh dari hadist (cari hadistnya di google, banyak kok...).

Mau baca kisahnya lagi...lanjut bagian II ya.

No comments:

Post a Comment