Memang sih judulnya 'Cerita Negara' tapi kita bebaskan diri untuk berpikir juga tentang dunia ini, karena pastinya negara adalah sebuah pulau dimana didalamnya terdapat manusia yang hidup yang disebut dengan rakyat dan aturan-aturan yang dibuat oleh manusia itu sendiri yang disebut pemerintahan. Klo ada pertanyaan atau pernyataan "Hoi, penulis blogger pemerintahan itu bukan aturan, pemerintahan itu adalah sistem administrasi atau organisasi dari beberapa kumpulan manusia yang membuat aturan dan kebijakan". Gw cuman bisa bilang "Waaaaaaaawww....", tambahani dikit deh "Hoi juga pembaca yang budiman, cuman mau ngasih tau, hukum gravitasi yang nemuin siapa?", klo dijawab "Newton lah, gak sekola ya dulu", pasti jawabnya itu, cuman bakal gw timpalin "Justru saya waktu sekola nemuin rumus gravitasi, tanpa baca buku dan tau siapa yang nemuinnya menurut sejarah, gw gak kenal Newton, orang mana, nenek moyangnya siapa, yang saya tau setelah saya baca buku fisika ternyata rumus yang saya temuin sama dengan punya orang yang namanya Newton".
"Ya klo gitu harusnya paham donk apa arti pemerintahan", gw bakal tertawa panjang deh klo debat sama orang seperti ini, makanya kita gak maju-maju sob (sobat) kalau kita selalu belajar dari buku, klo saya bilang pemerintahan itu aturan, ya seharusnya langsung paham yang menentukan atau membuat kebijakan, peraturan pemerintahan dan lain-lainnya ya itu mereka pemerintah, dengan pengesahan dari kepala negara, jadi kalau dari contoh percakapan debat diatas, maaf-maaf otaknya cuman sampe pelabuhan tapi perahu layarnya tenggelam semua, klo saya perahu layarnya udah setengan benua. Sombong?bukan kok, tapi mendorong para pembaca untuk tidak terlalu konseptual dan terlalu teoritis dari bukulist.
Kita harus berpikir jauh, pengalaman juga diperlukan, seperti saya bikin rumus gravitasi yang sama dengan Newton, kalau saya lahir duluan saya kali yang bakal terkenal, tapi kenapa MUSTI berpatokan dengan rumus beliau kalau kita bisa berpikir dan nemuin rumus seperti itu. Ini yang saya maksud dengan berpikir kedepan, baiklah kita kembali ke judul awal tentang dunia ini.
Menurut saya?makin buruk aja, dari cuaca, situasi dan kondisi, ya kita ambil sampel dari negara kita tercinta ini dulu deh, dari yang terkecil dulu kali ya. Tempat tinggal, karena saya lahir di tahun 80'an pasti ya deket-deket kemajuan jaman lah, dari mulai handphone segede gaban, seperti gambar dibawah ni:
Dari mulai angkot jadul juga seperti gambar dibawah ini:
Diambil dari google (Soalnya banyak website yang pake foto ini)
Yap, seperti angkot diatas itu. Dulu angkot seperti itu, dan sangat jarang sekali ada di daerah saya tinggal, klo diatas menurut sumber gambar itu di kota Medan, cuman dulu di daerah saya pun tahun 80'an sama persis angkotnya seperti gambar diatas. Dulu sepi, tapi pendatang banyak yang datang dan salah satu target pekerjaannya adalah menjadi supir angkot, Terus tukang bakso panggul, saya cari gambarnya di google gak ada yang punya, yang pokoknya tukang bakso, tukang siomay dll dulu dipanggul blm ada yang pake gerobak dorong seperti sekarang.
Perumahan juga masih sedikit, sekarang bejibun bahkan lahan abis buat perumahan, sekarang banyak target lahan diluar pulau Jawa sepertinya. Sekarang apalagi tambah macet di daerah tempat saya tinggal, ya makannya makin buruk aja kondisinya, ini baru daerah saya belum daerah para pembaca, mungkin lebih parah atau tetap sama.
Dulu saya suka naik genteng, terus ngambil teropong punya bapak/babeh/bokap/ayah terus neropongin gunung deket rumah, penasaran ada apa diatas gunung, sekarang? ketutup rumah-rumah tingkat. Dulu masih bisa jalan kaki kepasar, sekarang?terpaksa jalan kaki karena macet. Kenapa dibilang terpaksa padahal masih sama juga kan jalan kaki, ya kalau sekarang jalan kaki lobang idung pada item kena asep kendaraan, apalagi yang udah butut-butut tapi masih dipake atau yang dimodif karena kebanyakan duit atau ada juga yang modif maksa jadi norak.
Jaman sekarang banyak anak SD sudah pakai motor, matic atau bebek, anak sekolah SMP keatas udah pake motor kopling, keren dah....tapi gak maju-maju kok ya negara ini. Perumahan makin banyak, angkot makin ramai, sepeda motor juga numpuk, presiden ganti berapa kali tapi tetep aja kondisi negara gak berubah, tapi yang berubah kondisi lingkungan dan masyarakatnya, makin maju?engga tuh, gigi kali maju.
Apa yang salah?rumah makin banyak, anak kecil dah pada bisa naek motor meski motornya lebih gede dari badannya, anak-anak sekarang juga dari fisiknya lebih tinggi n sehat dari jaman saya dulu, yang pinter juga banyak kayaknya, tapi pada kemana ya. Sebenernya banyak kok instansi pemerintahan di negara kita ini, dari departemen, kementrian, badan, dan lainnya tapi kok sepertinya gak ada hasilnya atau bertanya-tanya menghasilkan apa.
To be continue to part II.....


No comments:
Post a Comment